Kamis, 11 April 2013

Terselip Kata di Sisi Otakku "Malam Melayang"


Malam Ini Melayang
Iya...
waktu masih setia denganku, hingga detik ini pun masih menemaniku. Meskipun membisu dan tak bergeming. Tetaplah aku menganggapnya temanku paling setia.
Malam adalah waktu yang saat ini aku rasa begitu hening, sendiri berteman dengan sepi terbesit dibenakku angan tentang KITA.

Mengapa ?
Memang itu yang belakangan ini sering kita membahasnya, tentang KITA adalah Aku dan Kamu, hanya kita berdua. Merajut beribu asa lewat berjuta mimpi yang tak pasti.
Terkatung - katung dihantam gelombang, entah gelombang apa yang menghantam. Meskipun mimpi -  mimpi itu tak pasti tapi aku merasa KITA cukup melewati itu semua dengan rasa bahagia yang kini sedang menyelimuti hati.

Semoga tetap seperti ini, hingga nanti KITA bisa mewujudkan mimpi itu, mimpi tentang aku dan kamu hingga menjadi KITA SELAMANYA !. Dan Waktu sebagai teman setia KITA akan menghantarkan KITA pada MIMPI yang perlahan akan terwujud (Semoga Saja).


Malam Ini Penuh Mimpi
Aku sendiri, memang sendiri tapi tak sepenuhnya sendiri, tetap ada waktu yang mengiringiku dalam heningnya malam ini. 
Malam ini penuh dengan mimpiku, mimpimu, mimpi kita, mimpi kalian dan mimpi mereka yang mungkin saat ini sudah terlelap. Tapi aku masih terjaga, mataku masih enggan terpejam. Jariku terus menari di atas keybord seraya ingin menuliskan hal indah tentang mimpi malam ini,

KITA                                 AKU
 KITA                                  KAMU
KITA                                     AKU
 KITA                                   KAMU
   KITA                                KAMU
     KITA                            AKU
   KITA                                AKU
 KITA                                KAMU
KITA                                KAMU
  KITA                            AKU
KITA                                        KASIH INDAH

Semua Tentang KITA, semua adalah hal yang INDAH.
Aku tersenyum sembari melihat lenggak - lenggok jariku menari - nari di atas keybord. Entah mengapa hanya menulis saja bisa membuat aku bahagia. 



#ngrasa berlebihan dehh jadinya :D hhahahaa..... 

Selasa, 09 April 2013

Warna Memberi Berjuta Arti

Warna adalah spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya sempurna yang ditentukan oleh panjang gelombang cahaya tersebut (wikipedia). Warna adalah merah, kuning, hijau, biru, hitam, putih, jingga, dll.
Warna bisa memberikan rasa, warna dapat meningkatkan selera, warna dapat mempengaruhi emosi seseorang, itulah warna yang mempunyai berjuta arti (tergantung yang memaknainya).

Warna dalam hidup, adalah manusia yang berwarna hitam dan putih awal yang aku tahu. Warna, begitu banyak warna yang ada di dunia ini mungkin aku tidak bisa menyebutnya satu per satu. Aku mengenalnya, dua warna hitam dan putih. Hitam dengan kepekatannya dan begitu juga putih dengan kepekatan yang sama kuat. Aku berfikir, bukankah tidak adil jika hanya ada dua warna sedangkan masih banyak warna diluar sana.


Mengapa hitam ? Mengapa Putih ?
Hitam, banyak orang mengartikan hitam adalah buruk, misterius, mistik, negatif, gelap, menyeramkan, namun sebagian berpendapat hitam adalah warna elegan. Begitu juga putih, banyak yang mengartikan tentang kesucian, bersih, atau bahkan kebaikan (lebih banyak ke hal yang baik).

Ada apa dengan dua warna itu ?
Mengapa hanya ada dua warna ? Bukankah masih banyak warna ?

Iya
Memang benar
Dan dalam hidup aku, kamu, kalian, mereka dan semua orang bebas menentukan warna, bebas memilih warna bahkan mewarnai hari - hari. Sesuka kalian apapun pilihan warna itu.
Tapi bukankah tidak cukup hanya dua warna ? Bukankan akan tampak lebih indah bila warna - warna itu bersanding dan saling memberikan indah pada dasar - dasar kehidupan ?. Memang indah bahkan terlihat begitu menawan. Dan apa sesungguhnya yang tidak berwarna ? Jika Putih adalah salah satu bagian dari warna ?

Apa yang tidak berwarna ?
Apa Aku, Kamu, Kalian dan Mereka Pernah berfikir ?
Sekarang aku sedang berfikir ?

Ehm
Apa itu transparan ?
Apa itu kosong ?
Apa itu bagian yang tidak berwarna ?
Apa itu ? Apa itu ? Apa itu ?
Aku BINGUNG !

Tapi mengapa banyak yang mengartikan TIDAK BERWARNA itu PUTIH ?

Dan janganlah pilih yang tidak berwarna, pilihlah yang memiliki warna sesuai hatimu, sesuka hatimu, dan itu warna. Coba bayangkan, selembar kertas berwarna putih itu (aku tidak menyebutnya tidak berwarna). Jika hanya ada satu warna maka hanya ada satu arti. Apa yang akan kamu lakukan saat melihat putih ?
- sialau
- menutup mata
- terdiam
- atau berfikir

Jika aku melihat warna putih, aku berjanji akan tersenyum. Tersenyum dengan bahagia dan kemudian berlari mendekat memeluknya hingga terjadi percampuran warna putih dengan warnaku. Aku senang melakukan itu !
Dan jika pandanganku belum berpaling, aku akan membawa warna - warna yang lain untuk ikut memeluk dan membiarkan semua warna itu bercampur, berpadu, membentuk  keselarasan yang bila dipandang akan membawa kebahagiaan bagi Aku, Kamu, Kalian dan Mereka.

Itulah arti warna, itu warna yang mencerminkan perbedaan, itulah warna yang menyejukkan mata pemandang. Iya aku bahagia menyebut berbagai warna dan aku tertawa. Warna pembawa kebahagiaan, warna pembawa keharmonisan, warna akan semakin indah jika Aku, Kamu, Kalian, Mereka tetap mempertahankan warna masing - masing dan tetap berbaur membentuk sebuah keselarasan yang menyejukkan bagi Aku, Kamu, Kalian, Mereka dan seluruh dunia.


CoLor Bring Peace Not Strife !!!


Senin, 08 April 2013

Waktu Yang Coba Aku Pahami

 Masih Waktu Dan Tetap Waktu. 
Berjalan mengiringi setiap langkah, baik dan buruk aku lewati bersama waktu. Waktu apa itu waktu ? Terus memburu, terus berjalan, terus dan terus menemani tapi hanya membisu. Terdiam tak bersuara mengundang banyak tanya dalam otakku. Yang belum aku mengerti.


Tetap Waktu Dan Mencoba Memahami.
Apa yang sebenarnya ingin Engkau ajarkan padaku ? Jika kau hanya terdiam. hanya menunjukkan isyarat orang lain yang aku tidak tahu maksudnya. Iya. Engkau memang waktu yang membisu tapi cukup membuatku tak berhenti berfikir tentang waktu.


Dengan Waktu Aku Melangkah
Aku tahu, Engkau selalu beriring denganku. Tapi entah mengapa aku tak mengenalmu sedikitpun. Siapa Waktu ? Apakah dia seorang guru ? Apakah dia seorang Penasihat ? Apakah dia teman yang setia ? Atau hanya benda mati yang selalu mengingatkan manusia yang bentuknya masih abstrak ?. Tapi aku sadari, aku melangkah dengan waktu. 
Awal aku dilahirkan hingga 19 tahun aku lalui dengan waktu. Aku berjalan dan melewati begitu banyak hal. Tak Pernah Sendiri dan waktu selalu setia beriring denganku. aku sadari itu Waktu. Tapi mengapa Engkau hanya diam ? Tak pernah berbicara denganku hanya isyarat .

Mencoba Mengenal Waktu
Waktu, yang aku tahu waktu adalah Jam dinding, Waktu adalah alroji, Waktu adalah bergantinya hari, Waktu adalah gelap berganti terang, Waktu adalah tak pernah berhenti, Waktu adalah saat aku mengerti hal yang belum aku mengerti, Waktu adalah bagian dari hidup, waktu adalah berjalan, Waktu adalah pengetahuan, Waktu adalah teman setia, Waktu adalah saat aku menemukan Sesuatu yang baru.


Mungkin Aku Mulai Mengenal "Apa itu Waktu"
Aku dilahirkan bersama waktu. Dan hingga kini aku masih bersama waktu dan berbedalah waktuku dengan waktu mereka. Iya, kita memang terlahir dengan waktu. Saat kecil hingga besar bersama waktu. Mempelajari semuanya dengan waktu mencoba mencari arti dengan waktu. Dan memang waktu adalah guru serta penasihat yang baik. Waktu selalu mengajari aku, untuk berbuat baik, untuk memahami apa yang belum aku pahami, dan yang terpenting waktu selalu menjagaku dari pengalaman buruk yang pernah aku lakukan. Meskipun terkadang aku menutup mata dengan waktu yang telah terlewatkan.

Maafkan Aku Waktu
Waktu adalah sahabatku paling setia. Tapi aku sering melewatkannya begitu saja, Aku sering tak menghiraukan, Aku sering menyia - nyiakan waktu. MAAFKAN AKU !. Aku sadar banyak hal berharga aku lalui denganmu. Banyak hal yang juga aku lupakan saat denganmu. Dan waktu tak pernah marah padaku. Waktu hanya tiba - tiba muncul di kepalaku dan mengingatkan aku tentang apa yang sudah terlewat olehku.


Waktu Mempertemukan Aku dengan Dia
Adalah Waktu yang mempertemukan aku dengan kebahagiaan itu. Pertama aku bertemu dengannya, berbincang dan mulai belajar untuk mengenal dia. Adalah waktu yang mempertemukan aku dan dia hingga menjadi KITA.
Waktu begitu berjasa bagiku, waktu selalu waktu mencoba membuatku untuk mencari arti tentang KITA. Waktu membuatku tersipu saat itu, waktu membuat aku merasa begitu bahagia hingga ingin memiliki seutuhnya, waktu juga memperkenalkan aku dengan nafsu, Nafsu yang menggebu, nafsu yang juga ada dalam diriku.  Waktu ohh waktu. . . . .
Aku begitu merasa KITA adalah SELAMANYA. Semoga saja waktu membawa KITA SELAMANYA !. Itulah aku rasa saat yang tepat, waktu mengajariku tentang cinta, waktu mengajariku untuk saling menjaga dan saling mengerti. Mesti begitu sulit, aku terus mencoba untuk KITA. Seolah waktu tersenyum dan mendorongku untuk terus memberimu rasa yang aku menyebutnya CINTA. Ohh waktu. . . . Aku besar bersamamu, aku bahagia bersamamu, aku sedih bersamamu dan bahkan aku terpuruk bersamamu. Tapi engkau selalu membangkitkan aku saat aku merasa terpuruk. Dan membakar lagi semangatku. 


Terima Kasih Waktu
Begitu banyak hal yang engkau berikan padaku, begitu banyak hal yang aku terima dan aku belajar dari hal itu. TERIMA KASIH WAKTU !!!
Terima Kasih waktu telah mengiringi langkahku selama ini
Terima Kasih waktu telah menjadi guru terbaik
Terima Kasih waktu telah menjadi penasihat di setiap langkahku
Terima Kasih waktu telah beriku pengalaman
Terima Kasih waktu atas semua keadaan ini
Terima Kasih waktu telah mempertemukan aku dengan Dia

Beribu terima kasih untuk waktu yang berjalan dengan Aku !!!

WAKTU BEGITU BERHARGA !!!


Sabtu, 17 November 2012

Indah Berhias Kepedihan


Di kala senja datang dan merubah semuanya menjadi gelap
Tak pernah ada lagi cahaya seterang matahari
Yang tertinggal hanya pancara dari lilin kecil yang mulai redup

Dingin. . .Terasa sangat dingin
Saat Cahaya dari lilin itu padam

Gelap. . .
Memang gelap. . .
Karena tak sedikitpun cahaya yang ditangkap oleh pupil mataku
Tak bisa melihat apapun
Hanya merasakan dinginnya malam yang menusuk tulangku

Lirih. . .
Sayup terdengar suara rintihan
Rintihan itu terdengar semakin jelas
Semakin jelas. . .
Semakin Keras. . . 
Seolah menyeretku dalam gelap yang pekat

Sesak. . .
Teramat sesak. . .
Tercekik keluhku sendiri. . .

Aku MATI !!Tak dapat merasakan nafasku
Tak dapat merasakan detak jantungku sendiri
Tubuhku membeku diantara sunyi dan gelap
Tetapi mataku terbuka lebar
Terbuka dan tidak bisa melihat apapun
Hanya rintihan tangis yang terdengar telingaku

Iya. . .
Rintihan itu semakin dekat
Rintihan itu mencekikku
Rintihan itu menakutiku
Rintihan itu menyakitkan aku
Rintihan itu adalah rintihan hati kecilku sendiri

Merintih. . .
Menangis. . .
Meringkih. . .
Terseret dan terpojok diantara puing - puing
Menunggu sesosok malaikat bersayap
Mengunggu sesosok malaikat bercahaya

Menjemputku. . .
Merengkuhku. . .
Membawaku terbang jauh. . .
Jauh dimana ada cahaya yang dapat menerangiku. . .
Dimana ada cahaya yang dapat menuntunku. . .
Menuntunku kembali. . .

Menahanku. . .
Menggenggam erat tanganku. . .
Mencegahku untuk tidak kembali pada jalan itu

Hingga. . .
Aku bisa merasakan nafasku. . .
Aku bisa merasakan detak jantungku. . . .
Ku tutup mataku dan aku buka perlahan. . .
Semua begitu terasa indah kala aku melihatnya. . .Melihat pintu besar terbuka untukku. . .
Pintu penuh cahaya putih menyilaukan berhembus angin kedamaian

Meninggalkan sejuta kenistaan. . . 
Meninggalkan sejuta kepedihan. . .Menjemput Kedamaian. . . 

SEMOGA !

Kamis, 15 November 2012

Yang Ingin Aku Ungkap Sejak Lama

Saat aku terdiam dan teringat semua itu hidupku seakan hancur. Setiap tetesan kenangan itu menjadi teramat pahit. Sebuah awal yang aku pikir akan berakhir indah ternyata hanya menyesakkan aku saat ini.

Terlalu bodoh. . .
Pantas saja orang menyebutku begitu jika memang mereka memandang seperti itu. Seorang yang ingin membuat orang tersayang bahagia, tanpa memikirkan akibat yang diperoleh untuk dirinya sendiri.

Iya. . .
Itulah aku !
Tidak munafik, memang seperti itulah saya, lebih memilih menjaga perasaan orang lain ketimbang mempedulikan dampak dari semua itu.

Ingin sebenarnya aku mengungkapkan semua itu sedari dulu, tapi entah mengapa semua terasa begitu berat. Muncul di pikiranku keraguan, apakah seseorang dapat menerimaku dengan keadaan seperti ini ?. Dan aku begitu takut aib ini diketahui orang lain, yang lebih aku takutkan adalah saat mereka merendahkan aku seperti wanita - wanita jalang dijalan itu.

Hingga sekarang kamu mengetahui semuanya sendiri. . .

Diantara rasa bodoh yang mengalir di hidupku
Terdengar jelas suara yang terasa menyayat hati. Aku merasa menyesal, kala orang yang sangat aku sayang mengetahui sendiri apa yang dulu pernah terjadi pada hidup saya.
Bukan tersakiti karena ucapannya, tetapi ucapannya yang membuat saya merasa sangat berdosa, kala kata yang tulus itu terdengar jelas di telingaku.

Pastaskah ?
Seorang yang hina mendapatkan kebahagian yang tidak bisa membuatnya berhenti menangis, seolah bermandi intan kala kalimat itu terlontar dari mulutmu. Sangat jelas aku pahami semua itu. Ketulusan dan kasih sayang yang kau punya.

Dan membuatku tersadar, bahwa memang masih ada yang bisa menerimaku dengan keadaan seperti ini. Aku tahu kenapa kau tidak menjanjikan aku kebahagiaan, itu semua karena kamu tidak ingin membuatku terlalu berharap. Karena suatu harapan berlebih yang tidak terwujud akan menyakitiku.

Terlalu sulit untuk bisa aku percaya, aku temukan sosok yang aku cari selama ini telah berdiri di sampingku. Lantas mengapa aku masih mengharapkan yang lain, aku tidak pernah menyadari bahwa kesempurnaan telah aku dapatkan selama ini.

Mungkin Tuhan memang mengirimmu untuk menyempurnakan hidupku didunia ini. Dan meskipun aku tahu kamu tidak ingin aku berharap banyak padamu, tetap saja aku akan berharap bahwa engkau adalah bagian dari masa depanku nanti bukan menjadi masa laluku.

Aku Sayang Kamu. . . . . .

SEMUA YANG KAMU UCAP SANGAT MEMBUATKU YAKIN BAHWA MEMANG KAMU YANG TERBAIK !


Kamis, 08 November 2012

Cuma Cuap aja


Hilang Menghilang Kehilangan

Adalah bukan hal yang baru, meninggalkan atau ditinggalkan. Jika nanti kau ingin pergi jauh dariku dan aku tak menahanmu, jangan pernah berfikir bahwa semua rasaku telah lenyap. 

Semua itu masih ada, tersimpan dalam dihatiku yang kau pun tidak akan pernah tahu.

. . .Aku sayang kamu. . .
. . .Aku peduli kamu. . .
. . .Aku cinta kamu. . .

Dan aku tidak akan pernah mencegah atau menahan semua keinginanmu, jika memang itu yang kamu ingin, jika memang itu yang membuatmu bahagia. Turutilah lakukanlah semaumu karena aku tidak akan menahanmu. Menskipun memang terasa berat untukku.

Pergilah !
Kejarlah semua yang kau ingin
Kejarlah semua yang kau anggap bisa membuatmu bahagia
Kejarlah semua yang kau anggap bisa merubah hidupmu

Jangan kau menoleh lagi 
Apalagi menoleh kepadaku
Jangan pernah hiraukan aku
Bukankah aku sudah tidak berarti untukmu ?

Teruslah pada jalan yang kau yakini, aku akan tetap disini. Terdiam meratapi kepergianmu, melihatmu lenyap dari kehidupanku saat kau benar - benar lenyap aku akan melupakan semua tentangmu. Itupun jika aku mampu.

Teriris. . .
Perih. . .
Luka. . .
Mungkin akan menjadi teman baruku.
Dan aku tidak akan mengeluh, karena akan aku pendam sendiri, ku endap dalam laraku. Dan aku biarkan semuanya membusuk.

Terjatuh ?!
Semua orang pernah terjatuh
Merintih semua orang mungkin pernah merintih
Menyesal, tidak sedikit orang yang pernah menyesal
Tapi mereka semua bisa bangkit. . . .

Aku. . .
Dan aku berbeda dari mereka. Apakah aku akan berdiri dan menari diatas lukaku ?
Tersenyum diantara sakitnya sayatan cintaku sendiri, aku rasa ribuan belati telah menusuk dan menikam jantungku.

. . .Terlalu perih. . .
. . .Terlalu luka. . .
. . .Terlalu sakit. . . 

Sepertinya aku tidak akan mampu berdiri. Dan aku akan menangis sembari menggunakan topeng bersenyum palsu menutupi gundah hatiku. Kembali pada semua kepalsuan yang aku buat, Membusuk didalam duniaku sendiri tanpa seorangpun yang tau.

Dan bila nanti kau ingin kembali, kembalilah. Entah apa yang akan terjadi saat itu. Semuanya telah berubah. Bukan seperti dulu, bukan hal busuk berbau bacin. Bukan juga paras nan elok penebar janji palsu.

Semoga saja kau menyadari untuk apa semua ini. . . .
Semoga saja kau tau bahwa aku ada !

Rabu, 07 November 2012

Diatas Ketidak Pastian





Dan. . .
Tangan itu mulai merengkuhku
Saat aku terlelah

Aku rasakan itu
Jelas Sangat terasa
Tak pernah aku lupakan
Entah apa yang diartikan oleh hati ini
Jujur aku menerimamu

Semoga rasa itu tidak pernah berubah