Senin, 08 April 2013

Waktu Yang Coba Aku Pahami

 Masih Waktu Dan Tetap Waktu. 
Berjalan mengiringi setiap langkah, baik dan buruk aku lewati bersama waktu. Waktu apa itu waktu ? Terus memburu, terus berjalan, terus dan terus menemani tapi hanya membisu. Terdiam tak bersuara mengundang banyak tanya dalam otakku. Yang belum aku mengerti.


Tetap Waktu Dan Mencoba Memahami.
Apa yang sebenarnya ingin Engkau ajarkan padaku ? Jika kau hanya terdiam. hanya menunjukkan isyarat orang lain yang aku tidak tahu maksudnya. Iya. Engkau memang waktu yang membisu tapi cukup membuatku tak berhenti berfikir tentang waktu.


Dengan Waktu Aku Melangkah
Aku tahu, Engkau selalu beriring denganku. Tapi entah mengapa aku tak mengenalmu sedikitpun. Siapa Waktu ? Apakah dia seorang guru ? Apakah dia seorang Penasihat ? Apakah dia teman yang setia ? Atau hanya benda mati yang selalu mengingatkan manusia yang bentuknya masih abstrak ?. Tapi aku sadari, aku melangkah dengan waktu. 
Awal aku dilahirkan hingga 19 tahun aku lalui dengan waktu. Aku berjalan dan melewati begitu banyak hal. Tak Pernah Sendiri dan waktu selalu setia beriring denganku. aku sadari itu Waktu. Tapi mengapa Engkau hanya diam ? Tak pernah berbicara denganku hanya isyarat .

Mencoba Mengenal Waktu
Waktu, yang aku tahu waktu adalah Jam dinding, Waktu adalah alroji, Waktu adalah bergantinya hari, Waktu adalah gelap berganti terang, Waktu adalah tak pernah berhenti, Waktu adalah saat aku mengerti hal yang belum aku mengerti, Waktu adalah bagian dari hidup, waktu adalah berjalan, Waktu adalah pengetahuan, Waktu adalah teman setia, Waktu adalah saat aku menemukan Sesuatu yang baru.


Mungkin Aku Mulai Mengenal "Apa itu Waktu"
Aku dilahirkan bersama waktu. Dan hingga kini aku masih bersama waktu dan berbedalah waktuku dengan waktu mereka. Iya, kita memang terlahir dengan waktu. Saat kecil hingga besar bersama waktu. Mempelajari semuanya dengan waktu mencoba mencari arti dengan waktu. Dan memang waktu adalah guru serta penasihat yang baik. Waktu selalu mengajari aku, untuk berbuat baik, untuk memahami apa yang belum aku pahami, dan yang terpenting waktu selalu menjagaku dari pengalaman buruk yang pernah aku lakukan. Meskipun terkadang aku menutup mata dengan waktu yang telah terlewatkan.

Maafkan Aku Waktu
Waktu adalah sahabatku paling setia. Tapi aku sering melewatkannya begitu saja, Aku sering tak menghiraukan, Aku sering menyia - nyiakan waktu. MAAFKAN AKU !. Aku sadar banyak hal berharga aku lalui denganmu. Banyak hal yang juga aku lupakan saat denganmu. Dan waktu tak pernah marah padaku. Waktu hanya tiba - tiba muncul di kepalaku dan mengingatkan aku tentang apa yang sudah terlewat olehku.


Waktu Mempertemukan Aku dengan Dia
Adalah Waktu yang mempertemukan aku dengan kebahagiaan itu. Pertama aku bertemu dengannya, berbincang dan mulai belajar untuk mengenal dia. Adalah waktu yang mempertemukan aku dan dia hingga menjadi KITA.
Waktu begitu berjasa bagiku, waktu selalu waktu mencoba membuatku untuk mencari arti tentang KITA. Waktu membuatku tersipu saat itu, waktu membuat aku merasa begitu bahagia hingga ingin memiliki seutuhnya, waktu juga memperkenalkan aku dengan nafsu, Nafsu yang menggebu, nafsu yang juga ada dalam diriku.  Waktu ohh waktu. . . . .
Aku begitu merasa KITA adalah SELAMANYA. Semoga saja waktu membawa KITA SELAMANYA !. Itulah aku rasa saat yang tepat, waktu mengajariku tentang cinta, waktu mengajariku untuk saling menjaga dan saling mengerti. Mesti begitu sulit, aku terus mencoba untuk KITA. Seolah waktu tersenyum dan mendorongku untuk terus memberimu rasa yang aku menyebutnya CINTA. Ohh waktu. . . . Aku besar bersamamu, aku bahagia bersamamu, aku sedih bersamamu dan bahkan aku terpuruk bersamamu. Tapi engkau selalu membangkitkan aku saat aku merasa terpuruk. Dan membakar lagi semangatku. 


Terima Kasih Waktu
Begitu banyak hal yang engkau berikan padaku, begitu banyak hal yang aku terima dan aku belajar dari hal itu. TERIMA KASIH WAKTU !!!
Terima Kasih waktu telah mengiringi langkahku selama ini
Terima Kasih waktu telah menjadi guru terbaik
Terima Kasih waktu telah menjadi penasihat di setiap langkahku
Terima Kasih waktu telah beriku pengalaman
Terima Kasih waktu atas semua keadaan ini
Terima Kasih waktu telah mempertemukan aku dengan Dia

Beribu terima kasih untuk waktu yang berjalan dengan Aku !!!

WAKTU BEGITU BERHARGA !!!


Sabtu, 17 November 2012

Indah Berhias Kepedihan


Di kala senja datang dan merubah semuanya menjadi gelap
Tak pernah ada lagi cahaya seterang matahari
Yang tertinggal hanya pancara dari lilin kecil yang mulai redup

Dingin. . .Terasa sangat dingin
Saat Cahaya dari lilin itu padam

Gelap. . .
Memang gelap. . .
Karena tak sedikitpun cahaya yang ditangkap oleh pupil mataku
Tak bisa melihat apapun
Hanya merasakan dinginnya malam yang menusuk tulangku

Lirih. . .
Sayup terdengar suara rintihan
Rintihan itu terdengar semakin jelas
Semakin jelas. . .
Semakin Keras. . . 
Seolah menyeretku dalam gelap yang pekat

Sesak. . .
Teramat sesak. . .
Tercekik keluhku sendiri. . .

Aku MATI !!Tak dapat merasakan nafasku
Tak dapat merasakan detak jantungku sendiri
Tubuhku membeku diantara sunyi dan gelap
Tetapi mataku terbuka lebar
Terbuka dan tidak bisa melihat apapun
Hanya rintihan tangis yang terdengar telingaku

Iya. . .
Rintihan itu semakin dekat
Rintihan itu mencekikku
Rintihan itu menakutiku
Rintihan itu menyakitkan aku
Rintihan itu adalah rintihan hati kecilku sendiri

Merintih. . .
Menangis. . .
Meringkih. . .
Terseret dan terpojok diantara puing - puing
Menunggu sesosok malaikat bersayap
Mengunggu sesosok malaikat bercahaya

Menjemputku. . .
Merengkuhku. . .
Membawaku terbang jauh. . .
Jauh dimana ada cahaya yang dapat menerangiku. . .
Dimana ada cahaya yang dapat menuntunku. . .
Menuntunku kembali. . .

Menahanku. . .
Menggenggam erat tanganku. . .
Mencegahku untuk tidak kembali pada jalan itu

Hingga. . .
Aku bisa merasakan nafasku. . .
Aku bisa merasakan detak jantungku. . . .
Ku tutup mataku dan aku buka perlahan. . .
Semua begitu terasa indah kala aku melihatnya. . .Melihat pintu besar terbuka untukku. . .
Pintu penuh cahaya putih menyilaukan berhembus angin kedamaian

Meninggalkan sejuta kenistaan. . . 
Meninggalkan sejuta kepedihan. . .Menjemput Kedamaian. . . 

SEMOGA !

Kamis, 15 November 2012

Yang Ingin Aku Ungkap Sejak Lama

Saat aku terdiam dan teringat semua itu hidupku seakan hancur. Setiap tetesan kenangan itu menjadi teramat pahit. Sebuah awal yang aku pikir akan berakhir indah ternyata hanya menyesakkan aku saat ini.

Terlalu bodoh. . .
Pantas saja orang menyebutku begitu jika memang mereka memandang seperti itu. Seorang yang ingin membuat orang tersayang bahagia, tanpa memikirkan akibat yang diperoleh untuk dirinya sendiri.

Iya. . .
Itulah aku !
Tidak munafik, memang seperti itulah saya, lebih memilih menjaga perasaan orang lain ketimbang mempedulikan dampak dari semua itu.

Ingin sebenarnya aku mengungkapkan semua itu sedari dulu, tapi entah mengapa semua terasa begitu berat. Muncul di pikiranku keraguan, apakah seseorang dapat menerimaku dengan keadaan seperti ini ?. Dan aku begitu takut aib ini diketahui orang lain, yang lebih aku takutkan adalah saat mereka merendahkan aku seperti wanita - wanita jalang dijalan itu.

Hingga sekarang kamu mengetahui semuanya sendiri. . .

Diantara rasa bodoh yang mengalir di hidupku
Terdengar jelas suara yang terasa menyayat hati. Aku merasa menyesal, kala orang yang sangat aku sayang mengetahui sendiri apa yang dulu pernah terjadi pada hidup saya.
Bukan tersakiti karena ucapannya, tetapi ucapannya yang membuat saya merasa sangat berdosa, kala kata yang tulus itu terdengar jelas di telingaku.

Pastaskah ?
Seorang yang hina mendapatkan kebahagian yang tidak bisa membuatnya berhenti menangis, seolah bermandi intan kala kalimat itu terlontar dari mulutmu. Sangat jelas aku pahami semua itu. Ketulusan dan kasih sayang yang kau punya.

Dan membuatku tersadar, bahwa memang masih ada yang bisa menerimaku dengan keadaan seperti ini. Aku tahu kenapa kau tidak menjanjikan aku kebahagiaan, itu semua karena kamu tidak ingin membuatku terlalu berharap. Karena suatu harapan berlebih yang tidak terwujud akan menyakitiku.

Terlalu sulit untuk bisa aku percaya, aku temukan sosok yang aku cari selama ini telah berdiri di sampingku. Lantas mengapa aku masih mengharapkan yang lain, aku tidak pernah menyadari bahwa kesempurnaan telah aku dapatkan selama ini.

Mungkin Tuhan memang mengirimmu untuk menyempurnakan hidupku didunia ini. Dan meskipun aku tahu kamu tidak ingin aku berharap banyak padamu, tetap saja aku akan berharap bahwa engkau adalah bagian dari masa depanku nanti bukan menjadi masa laluku.

Aku Sayang Kamu. . . . . .

SEMUA YANG KAMU UCAP SANGAT MEMBUATKU YAKIN BAHWA MEMANG KAMU YANG TERBAIK !


Kamis, 08 November 2012

Cuma Cuap aja


Hilang Menghilang Kehilangan

Adalah bukan hal yang baru, meninggalkan atau ditinggalkan. Jika nanti kau ingin pergi jauh dariku dan aku tak menahanmu, jangan pernah berfikir bahwa semua rasaku telah lenyap. 

Semua itu masih ada, tersimpan dalam dihatiku yang kau pun tidak akan pernah tahu.

. . .Aku sayang kamu. . .
. . .Aku peduli kamu. . .
. . .Aku cinta kamu. . .

Dan aku tidak akan pernah mencegah atau menahan semua keinginanmu, jika memang itu yang kamu ingin, jika memang itu yang membuatmu bahagia. Turutilah lakukanlah semaumu karena aku tidak akan menahanmu. Menskipun memang terasa berat untukku.

Pergilah !
Kejarlah semua yang kau ingin
Kejarlah semua yang kau anggap bisa membuatmu bahagia
Kejarlah semua yang kau anggap bisa merubah hidupmu

Jangan kau menoleh lagi 
Apalagi menoleh kepadaku
Jangan pernah hiraukan aku
Bukankah aku sudah tidak berarti untukmu ?

Teruslah pada jalan yang kau yakini, aku akan tetap disini. Terdiam meratapi kepergianmu, melihatmu lenyap dari kehidupanku saat kau benar - benar lenyap aku akan melupakan semua tentangmu. Itupun jika aku mampu.

Teriris. . .
Perih. . .
Luka. . .
Mungkin akan menjadi teman baruku.
Dan aku tidak akan mengeluh, karena akan aku pendam sendiri, ku endap dalam laraku. Dan aku biarkan semuanya membusuk.

Terjatuh ?!
Semua orang pernah terjatuh
Merintih semua orang mungkin pernah merintih
Menyesal, tidak sedikit orang yang pernah menyesal
Tapi mereka semua bisa bangkit. . . .

Aku. . .
Dan aku berbeda dari mereka. Apakah aku akan berdiri dan menari diatas lukaku ?
Tersenyum diantara sakitnya sayatan cintaku sendiri, aku rasa ribuan belati telah menusuk dan menikam jantungku.

. . .Terlalu perih. . .
. . .Terlalu luka. . .
. . .Terlalu sakit. . . 

Sepertinya aku tidak akan mampu berdiri. Dan aku akan menangis sembari menggunakan topeng bersenyum palsu menutupi gundah hatiku. Kembali pada semua kepalsuan yang aku buat, Membusuk didalam duniaku sendiri tanpa seorangpun yang tau.

Dan bila nanti kau ingin kembali, kembalilah. Entah apa yang akan terjadi saat itu. Semuanya telah berubah. Bukan seperti dulu, bukan hal busuk berbau bacin. Bukan juga paras nan elok penebar janji palsu.

Semoga saja kau menyadari untuk apa semua ini. . . .
Semoga saja kau tau bahwa aku ada !

Rabu, 07 November 2012

Diatas Ketidak Pastian





Dan. . .
Tangan itu mulai merengkuhku
Saat aku terlelah

Aku rasakan itu
Jelas Sangat terasa
Tak pernah aku lupakan
Entah apa yang diartikan oleh hati ini
Jujur aku menerimamu

Semoga rasa itu tidak pernah berubah

Rabu, 04 Januari 2012

Cuap Masa LaLu


Jumat, 30 Desember 2011

CuaP cUAp


Jejak Langkah

Dia terus berjalan tanpa mengenal lelah. Sesekali ia berlari untuk mempercepat langkahnya dan kemudian ia jatuh.  Tapi dengan cepatnya ia mencoba untuk bangkit dan meneruskan perjalanannya meskipun ia tak tahu akhir dari perjalanannya itu.
Matahari sangat terik siang itu, kulitnya yang pucat itu mulai terbakar dan berubah menjadi kemerahan. Tapi tak pernah sekalipun dipedulikannya, ia terus berjalan. Entah apa yang ia cari dalam perjalannya kali ini, arah yang ia miliki hanya satu mimpi yang ia sendiri tak tahu arti dari mimpi yang ingin di raihnya itu.
Matahari mulai pulang ke peraduannya, tapi ia tak juga menghentikan langkahnya. Terus dan terus berjalan tanpa arah dan tujuan. Sesekali ia merasa letih, sesekali ia merasa lapar, sesekali ia merasa haus tapi tak pernah ia berhenti seolah ia tak merasakan apapun entah apa yang merasuki tubuhnya hingga membuanya terbius dalam optimisme yang ia ciptakan sendiri.
Awan mendung mulai berkejaran menyelimuti langit senja yang mulai gelap. Terdengar suara petir saling bersautan dan hujan pun mulai turun. Mungkin sekarang ia mulai merasakan lelah di tubuhnya.  Kini lelah itu seakan menggelayut di sekujur tubuhnya dan ia pun berteduh dibawah pepohonan yang rimbun. Badannya mulai menggigil,  bibirnya membiru dan wajahnya semakin pucat. Ia mencoba untuk berteriak meminta pertolongan. Entah darimana ia tahu jika tidak akana da orang yang mendengarnya.  Ia hanya memeluk erat tas yang dibawahnya. Hanya tas itulah satu – satunya teman yang ia miliki. Hujan turun semakin lebat hembusan angin yang kencang menerpa tubuhnya berkali – kali dan sesekali ia terbawah oleh angin dan ia berpegang pada apapun yang ada dekat dengannya.  Tapi pegangannya itu tak cukup kuat hingga ia terbawah jauh oleh angin.
Sekarang dia berada di tempat yang tidak pernah ia kenal. Dia mulai gelisah,  dia mulai takut dan badannya bertambah gemetar. Saat itu air mata mulai menetes dan membasahi pipinya dan saat itu juga ia berteriak dengan kencangnya. Meneriakkan mimpi yang tidak pernah ia temui, mimpi yang ternyata hanya angan baginya.
“Aku tersesat dan sendiri”