Sabtu, 13 Juli 2013

Kenapa Begitu ?

Entahlah apa yang menyelimuti pikiranku belakangan. Terasa begitu mendung hingga hatipun ikut terbawa olehnya. Kalut memang, aku pikir mungkin ini hobi baru, hobi mengalutkan perasaan dan pikiran. Memikirkan seseorang yang berujung kesia - siaan karena hanya memikirkan apa yang kurang penting.

Tapi aku tetap memikirkan hal itu, entah mungkin hobi pula memikirkan orang itu. heheheheheheee (KONYOL !). Padahal belum tentu orang itu juga memikirkan saya !
Bodoh, apakah hal tersebut adalah bodoh ? (terserah kalian yang ingin berpendapat bahwa aku bodoh !?). Aku tidak akan marah.

Kenapa begitu ?
kenapa ?
Kenapa ?
Kenapa ?

Hati saya pun tak bisa menjawab !

Senin, 08 Juli 2013

Apa Yang Akan Engkau Tunjukkan Padaku ?

Saat itu dalam sujudku, aku melihatmu. Iya sosokmu begitu jelas tergambar dalam benakku. Entah, seketika seolah perasaanku bercampur. Antara sedih, senang dan entahlah sosok itu memunculkan banyak pertanyaan untukku.

Aku sedih, sedih saat melihat sosok itu, piluku memuncak membentuk runcingan tajam yang seolah menusuk jantungku hingga membuatku membiru. Entah apa yang membuatku sedih hingga memilu saat sosok itu jelas tergambar dalam pandanganku. Aku bergetar, kemudia muncul dalam otakku berjuta pertanyaan tentang maksud yang terjadi. Aku tidak begitu paham. Saat aku bertanya lagi pada-Nya dan hingga sekarang aku belum menemukan jawabannya.

Aku juga begitu senang, kala yang tergambar adalah guratan senyum itu senyum yang selalu aku nanti, senyum yang selalu aku ingin darimu. Iya, yang aku rasa kamu begitu bahagia. Mungkin itu yang membuatku cukup merasa senang.

Tapi, apa yang ada di pikiranku ?
Apakah itu betul kamu atau hanya gambaran dalam anganku saja ?
Atau mungkin Tuhan ingin menunjukkan sesuatu padaku. namun aku belum begitu memahami itu semua. Perasaanku begitu ambigu saat aku melihat sosokmu. Iya sosokmu jelas kamu.

Kamu yang selalu aku bicarakan dengan Tuhan
Bismillaahirrahmaanirrahiim

Sampaiakn Rinduku Untuknya Tuhan


Minggu, 09 Juni 2013

Saat Air Mataku Luruh

Entah mengapa ?
Cucuran itu begitu deras membasahi pipi ku. Wajah ku berhias sendu, tak sedikitpun keceriaan yang hinggap. Mungkin ucapan itu begitu menyakitkan aku. Aku tahu, bagi kalian itu adalah parodi atau mungkin suatu wahana baru yang bisa kalian coba, kalian rasakan. Dan saat kalian sudah mendapat kepuasan. Iya, layaknya sampah. Kalian buang begitu saja.

Aku rasa aku mulai tersinggung dengan semua ucapan itu, jelas hatiku terkoyak saat itu. Mendengar kata demi kata yang menjadi sebuah kalimat yang menusuk hati. Seolah membangkitkan kepingan masa lalu kelam silam. Aku mengerti dengan semua itu, semua jelas masih terekam di otak ku melalui lubang telingaku. Hingga sekarang masih membekas.

Apa kalian pernah berhenti dan kemudian merenungkan apa yang sudah kalian perbuat  ? dan apa yang sudah kalian lontarkan dari mulut kalian ? Apakah pernah ? Yang tajam seperti belati, yang kalian anggap itu adalah sebuah gurauan !

PANTASKAH DIUCAPKAN ?
PANTASKAH KALIAN BANGGA DENGAN ITU SEMUA ?
APAKAH KALIAN SADAR, ITU ADALAH AIB YANG SEHARUSNYA DITUTUP RAPAT - RAPAT ?

Ingat, mereka manusia
Ingat, mereka wanita
Ingat, mereka wanita. Seperti ibumu
Ingat, mereka seorang wanita yang juga punya perasaan sama sepertimu. Sama seperti ibumu atau mungkin saudarimu.

Apa kalian masih saja tega melakukan itu semua, mencari kepuasan, mencari yang kau anggap kebahagiaan padahal semua hanya dorongan nafsumu semata. Ingatlah !!! ingat pada apa yang sudah aku tulis ini.

Mereka seorang manusia, mereka seorang wanita, mereka punya perasaan. Seperti ibumu atau saudarimu. Apa kalian tak juga memahami ? PAHAMILAH !

Apakah harus kalian merasakan hal yang sama, dengan posisi yang terbalik ? Hingga kalian bisa memahami itu semua ?!

Ingat
Selalu ingat ?!
Bagaimana jika yang diperlakukan seperti itu adalah ibumu, saudarimu atau bahkan kekasihmu ? Apa yang akan kalian rasakan ? apakah rasa yang sama ?

Jangan bangga dengan kesalahan yang kau anggap benar !
Jangan !!!
Jangan !!!
Jangan !!!
Jangan Pernah !!!

Iya
Aku rasa aku mulai mengerti mengapa air mataku luruh. Iya Aku mengerti

Kamis, 06 Juni 2013

Kenapa Selalu Kata "Remember" ?

DO YOU REMEMBER ?

Iya,
Terlalu banyak berharap itu boleh,  tapi jangan mengharapkan apa yang tidak patut untuk diharapkan. Apalagi mengharapkan apa yang masih begitu jelas menggantung.
Yang dipercaya  sewaktu - waktu bisa ingkar dengan ucapannya
Yang berjanji bisa saja lupa dengan janjinya

Siapa yang sebenarnya bisa dipercaya ?
Kalau semua masih begitu mengambang ?
Mengapa masih saja dipercaya kalau masih belum ada pembuktian ?

Kenapa selalu kata "Remember" ?
Ketika pertanyaan seperti itu muncul, aku merasa ada kesamaan dengan satu pertanyaan ini. Kenapa Masih  Percaya pada apa yang belum pasti ?
Apakah benar ?
Aku terlalu percaya diri, aku terlalu yakin pada apa yang sebenarnya bukan menjadi hakku. Aku begitu bodoh telah begitu percaya. Dan mungkin aku sudah mengiyakan  olokan mereka  kepadaku.

Aku terima sajalah bila memang pandangan mereka seperti itu  kepadaku.
Tapi kamu ? Apakah sama seperti mereka ?
Apakah  kau menganggapku begitu ?

Kenapa selalu kata "Remember" ?
Iya, aku berharap selalu ingat dengan apa yang kita lalui.
Iya, agar aku selalu ingat kepadamu yang belum tentu mengingatku. Begitukah ?
Coba aku sadari sajalah
Karena itu seharusnya sekarang aku bisa mengurangi rasaku yang meluap - luap ini. Agar tak menghancurkan aku kelak jika kita tak satu.

BUT REMEMBER "I LOVE YOU"

Minggu, 02 Juni 2013

Apakah Aku terlalu BODOH dengan Keputusanku ?


Apakah aku ini terlalu bodoh ?
Jika tidak, mengapa semua melontarkan banyak cibiran bahwa aku bodoh ?


Apa yang sebenarnya membuatku tampak bodoh ?
Apakah semua karena keputusan yang aku ambil ?

Memang kenapa dengan keputusanku ? apakah berdampak pada kehidupan kalian, hingga kalian menyebutku bodoh ?
Atau kalian hanya iri padaku karena tidak bisa sepertiku ?
Mengapa ? Kenapa dengan kata bodoh ?
Kenapa harus bodoh ?
Apakah aku tampak sebegitu bodohnya hingga kalimat itu tercuat dari mulut kalian ?
Tidak sadarkah kalian, perkataan kalian begitu membuat pengaruh dalam setiap langkah saya ?!

Yang menjadi pertanyaan besar adalah kenapa dengan semua keputusan yang saya ambil ? Mengapa menjadi buah bibir kalian ?

Dan mengapa kalian peduli dengan semua keputusan yang aku ambil ?
Apakah berpengaruh ?
Jika tidak, lantas mengapa dengan kata BODOH ?!

Apakah kalian lebih pintar dibanding saya ?
Apakah kalian merasa lebih baik dari saya ?
Apakah kalian pernah berada di posisi saya sekarang ?
Apakah kalian pernah ?
Apakah kalian pernah ?
Hingga menganggap semua keputusan saya adalah hal yang bodoh ?!

Tolong dipahami !!!!


Selasa, 28 Mei 2013

The Beautiful Memories With You

Aku memang sudah lama melihatmu, tapi aku tidak pernah sekalipun memperhatikan sosokmu. Hingga waktu itu tiba. Iya, Aku mengingatnya saat itu tepat aku merasa dekat denganmu Kediri, Mei 2012. Acara yang mungkin tidak pernah kita duga adalah sebagai awal kisah ini mulai terajut.  Aku hanya tersenyum mengingat saat itu, berawal dari facebook.


Jejaring inilah yang bisa dikatakan sebagai salah satu alat mempersatu kita. "hhahahahaaa....." aku tertawa malu mengingat masa itu, saat aku dan kamu mencoba untuk saling mengenal, berbincang dan bertukar nomor telepon. Sampai akhirnya terjadi komunikasi. Aku merasa bahagia kala awal mengenalmu, karena saat itu pikiran dan hatiku terasa begitu pelik atas suatu masalah yang menimpaku. Aku merasa bahagia, karena kala itu mungkin kau bisa dikatakan sebagai pelipur lara. Maaf ! Dan aku ucapkan terima kasih untukmu.

Awal pertemuan itu ternyata berlanjut, komunikasi itu terus terjalin. Lewat telpon dan sms. Kita kerap mengobrol, berbincang bahkan memberikan sedikit perhatian. Saat itulah, laraku mulai menipis, beriring berganti dengan ceria yang kau tebarkan. Kau membuatku melupakan masalah itu. Dan tanpa aku sadari aku menaruh hati padamu. Entah, apakah saat itu engkau tersadar atau tidak.

Bergerak meninggalkan luka lama, berharap bertemu dengan angin sejuk di awal kehidupan yang baru saat aku mulai merasakan kedekatan denganmu. Maafkan aku yang sempat tak jujur tentang apa yang aku sembunyikan. Aku memang egois, tak memikirkan perasaanmu. Luka itu seketika enyah, saat kedekatan kita bertambah semakin dekat.

Meski dunia sempat bergeming tentang keburukan kita, tapi jujur aku tidak pernah mendengar selentingan yang memekakan telinga itu. Tapi sejujurnya aku ingin meminta maaf pada jiwa yang aku tak sengaja menyakiti. Aku sungguh tak bermaksud. Karena saat itu yang aku tahu kau berdiri sendiri dan saat itu aku berkata dalam hatiku

But watching you stand alone
All of my doubt suddenly goesaway somehow

Aku mulai meyakinkan hatiku untukmu, meski saat itu tidak pernah ada kata indah yang aku nanti tercuat dari mulutmu. Itulah yang aku rasakan.
Hingga saatnya hari itu, hari dimana aku merasa begitu bahagian saat kau berkata, "Adek sayang sama Mas ?". Seketika jantungku berdegup kencang, aku tercengan, telingaku melebar mendengar kata itu. Tapi sayang, saat itu telingaku dipekakan oleh kalimat - kalimat sumbang yang membuatku ragu, tentang masa silammu. Jujur aku sedikit menyesal saat kalimat yang tidak aku kehendaki keluar dari mulutku. "Ga, biasa aja kok !"

Sampai akhirnya aku mencoba untuk sekali lagi meyakinkan hatiku denganmu, mengingat tentang masa laluku dan masa lalumu. Hingga aku merasa benar - benar yakin bahwa memang aku harus denganmu, entah bisikan darimana yang saat itu mampir di telingaku. Dan aku memutuskan untuk mengesampingkan semuanya masa laluku dan masa lalumu. Iya, memang sekali lagi sikap egoisku muncul. Maafkan aku lagi bagi yang merasa tersakiti. Aku tidak bermaksud untuk menyakiti meskipun sebenarnya ini adalah kejahatan yang aku lakukan dan baru kini aku sadari.

Hingga tiba waktu itu, saat yang tidak pernah aku duga kau mengatakan padaku untuk ke dua kalinya, pertanyaan yang sama dan akupun mengiyakan pertanyaan itu. Dan dari sinilah babak baru denganmu mulai terangkai 7 Mei 2012.

Inilah awal saat aku mencoba menyemangatimu dalam pertandingan itu (FutsaL). Aku begitu bahagia saat kau memintaku untuk menonton pertandingan itu dan dengan senang hati aku lakukan. Ingatkah kamu ? Saat kau ucapkan padaku melalui pesan singkat setelah usai pertandingan itu. "Tadi Goalnya buat kamu Loo...". Kebahagiaanku otomatis bertambah. Saat itu aku merasa berarti. Meskipun begitu sederhana aku begitu menyukainya.

Iya, aku mengingatnya dan tak ingin melupakan setiap waktu yang aku lalui denganmu. Begitu berarti.

 Memang pada awal ini aku belum begitu mengenalmu, tapi aku selalu mencoba dan belajar untuk mengenalmu.


Dan hingga akhirnya aku terlarut dalam kisah yang awal ini. Jujur keraguan sempat menghapiriku sekali lagi. Iya, aku ragu, aku takut, takut saat aku mendengar kabar itu, Kabar yang selalu ku anggap tidak benar. Kabar yang selalu aku mencoba untuk menyangkalnya.


Tapi keegoisanku muncul tak kala rasa ragu itu terus membelengguku. Rasa egois itu yang aku anggap membuatku untuk tetap yakin mengarungi ini semua denganmu. Keegoisan yang berlapis dengan sayangku padamu

Iya, padamu. . . .


Maaf bila ada hal yang terlewat aku tulis dalam catatan ini. Semoga semua itu tetap abadi dan selalu melekat di hati dan pikiran kita berdua ! Maafkan aku juga yang masih sangat penuh kekurangan dalam menjalani semua ini  sayang.


Dan hingga baru aku sadari, kita sudah melewati, kita sudah lalui bersama berjalan dengan waktu yang terus beriringan. Menghapus luka lama perlahan. Memupuk kasih dan sayang diantara kita. Menggenggam mimpi merajut angan yang tanpa batas. Ini adalah babak awal untuk kita melangkah lebih jauh. Semoga Kita Selamanya !



Dengan Hati. 

Aku sayang Kamu !

Diantara Iya Dan Tidak

Saat aku merasakan kebimbangan dan mungkin sudah biasa apabila bibir terkunci. Namun Jika bibir dan hatimu kompak terkunci dengan tiba - tiba. Sedangkan otak di penuhi dengan kalimat pernyataan yang sama.

Begitu mengejutkan, diam bukan suatu jawaban aku rasa. Karena pernyataan itu cukup mengejutkan aku. Entah kalimat apa yang harus aku ungkapkan untuk menanggapi hal itu ? Aku rasa aku belum menemukannya. Aku terdiam dan terus berfikir mulai dari putih, abu - abu hingga hitam. Mulai terang, Remang hingga menjadi benar - benar gelap.

Tetap hening dalam pikiranku.
Hampa Kosong tak ada apapun ?
Memang begitu banyak hal yang menjadi pertimbangan yang baik, buruk, yang aku rasa egois dan aku rasa begitu sulit untuk aku ungkap. Sementara hasratku masih ingin selalu bersamamu. Iya bersamamu, Tak munafik memang itu yang aku rasakan.

Mengapa iya ?
Mengapa tidak ?
Entah semua masih abstrak, meskipun jelas tergambar diotakku.
Tapi aku cukup enggan untuk mengungkapnya ?
Mengapa harus begini ? Semua itu membuatku cukup bodoh ?
Iya, karena aku tak cukup tahu dengan isi kepala dan isi hati itu. Aku merasa bodoh teramat bodoh. Aku menangispun tak akan selesai semua.

Apa yang sebenarnya terjadi ?
Masih aku coba pahami, meskipun pemahamanku terbatas teramat dangkal mungkin untukmu. Iya, itulah yang saat ini mungkin akan kau ucapkan padaku.
Cukup. Antara iya dan tidak

Entah apa yang iya dan entah apa yang tidak ?!