Selasa, 18 Maret 2014

BIARKAN aku ENGGAN

Biarkan hatimu yang bicara. . . .
Biarkan hatimu yang merasakan mengiringi setiap perasaan yang mengalir. . . .
Biarkan hatimu yang menentukan jalan mana yang akan kamu pilih. . . . .
Biarkan pikiranmu berjalan mengiringi semua yang terjadi. . . .
Biarkan saja. . . .
Biarkan saja semuanya. . . .
Biarkan semua berjalan seperti biasanya. . . .
Biarkan kehidupan ini berjalan sebagaimana mestinya, sewajarnya saja. . . .
Biarkan bahagia ini menyebar. . . .
Biarkan sedih ini menyebar. . . .
Biarkan Semua rasa kelabu semakin membiru. . . .
Biarkan semua rasa yang hancur menjadi semakin berkeping. . . .
Biarkan semua rasa yang telah luruh terseret terbawa suasana yang haru. . . .
Biarkan saja. . . .
Biarkan saja. . . .
Biarkan saja. . . .

Enggan untuk membaca. . . .
Enggan untuk mengerti. . . .
Enggan untuk memahami. . . .
Enggan untuk meraskan. . . .

Biarkan saja berjalan sebagaimana mestinya
Biarkan saja berjalan seperti maumu
Biarkan saja berjalan seperti daun yang terbawa angin
Biarkan terbalut kesedihan
Biarkan terseret rasa yang perih

BIARKAN AKU ENGGAN !!!

Senin, 17 Maret 2014

Antara Aku Kamu dan Masa lalu


Entah dari mana datangnya
Keingin tahuan ini atau hanya ketidak sengajaanku menemukan sisi masa lalumu yang tersimpan rapi dalam album memorimu. Iya, seketika amarahku mencuat seubun - ubun, meloncat menyembur bagai air mancur yang keluar dari atas kepalaku.



Entah. . . . entah apa yang harus aku katakan
Entah. . . . entah apa yang seharusnya aku rasakan
Aku hanya menelan mentah - mentah hal itu, dengan segala bentuk gejolak amarah itu. Hati terkoyak kala itu, ingin kucabik mukamu dan ku talik lidahmu yang menjulur itu. Iya, mungkin seperti itu. Dengan mudahnya kamu berkata manis didepanku di balik semua masa lalumu yang kau simpan dengan rapi itu. Aku cemburu ! Iya jujur itu aku rasakan. AKU CEMBURU MELIHAT LEMBAR DEMI LEMBAR PHOTO - PHOTO ITU YANG SENGAJA KAU BINGKAI RAPI. KAU SIMPAN DALAM FILE DI KOMPUTER JINJINGMU ! AKU CEMBURU . . . . .!!!!! 


Iya, itulah yang ingin aku teriakkan padamu dan mungkin pada sosok lain diphoto itu. Entah. . . .entah . . . .entah. . . . semuanya mencuat begitu saja, semuanya meledak - ledak. AKu merasa begitu benci dengan hal itu ! Mungkin tak pernah kamu sadari. 

Tapi saat emosiku meradang tiba - tiba datang hembusan angin sepoi yang membawa rasa damai dalam hatiku. Lantas, apa yang akan terjadi ?
Seketika amarahku sirna, hilang begitu saja terbawa angin. Iya aku ingat, mungkin aku adalah angin di waktu lalu. Aku yang datang dan masuk dalam hubungan kalian,  bisa dikatakan begitu. Lantas apakah aku penyebab semuanya ? Mungkin salah satu diantaranya. Atau mungkin kita adalah penghianat yang tega meninggalkan orang - orang yang mengatas namakan cinta. Bisa jadi ?

Iya, aku tahu...
Semuanya begitu penuh dengan sandiwara.
Entah lagi - lagi aku ucapkan kata entah, entah mungkin saat ini menjadi teman baikku.

Dulu dengan sosok itu, saat ini denganku, dan entah siapa yang kelak berada dimasa depanmu ? Entah . . . . Entah. . . . Entah. . . . Entah. . . . Aku mulai meradang, keyakinanku hilang, akankah semuanya bisa aku lewati ? Sementara hati ini sudah enggan untuk beranjak darimu. 

Mungkin sosok itu masa lalu. Dan semoga hanya menjadi masa lalu, sungguh aku tak ingin membahasnya satu per satu atau pun semua bagian dari semua masa lalumu itu. Aku bukan orang munafik ! Yang berkata manis, yang berlagak bahagia dibalik kemuraman hati yang mengalir sendu diantara perihnya sayatan - sayat itu. INGAT !!!!

Aku tahu semua itu. . . .
Aku tahu dia masa lalumu. . . .
Aku tahu dia jelas tahu. . . .
Entahlah aku hanya tak ingin melihat semua itu, maafkan aku yang lancang membongkar semua itu ! Maafkan aku yang tak sengaja membuka masa lalumu !

AKU CEMBURU. . . . . !!!!!!!!


Minggu, 02 Februari 2014

Seperti Merasakan Angin Baru

Dimana aku saat semua berlaga mengejar impian dan cita - citanya ?
Dimana aku saat semua berlari untuk menggapai bintang dalam mimpinya ?
Dimana aku saat semua telah melalui proses dalam hidupnya ?

Sedang aku sendiri disini hanya berdiam diri, tak melakukan apapun, tak bergerak sedikitpun, tak ada tanda - tanda kehidupan dalam diriku. Entah kemana gairah untuk berlari seakan hilang. Tapi aku tak ingin berlari, berlaga seperti mereka, yang aku butuhkan itu proses, proses untuk menggali dan menggali apa yang ingin aku jalani sebagai proses dan kemudian berganti pada proses yang lain. aku butuh proses, proses untuk menjadikan aku benar aku, proses untuk menjadikan aku lebih tahu, proses untuk menjadikan aku lebih bisa menggali apa yang ada dalam diri yang baik maupun buruk dimana aku bisa menjadi aku bukan sebagai orang lain, seolah tak ingin berganti identitas. Karena memang aku tak ingin berganti. Seperti apapun itu, aku hanya ingin menjalani proses dan menjadikan aku yang seutuhnya. Aku ingin melampaui semua proses dalam hidupku hingga aku memang aku.

Aku tak ingin terlalu cepat melaluinya, karena aku yakin akan banyak yang aku temui, akan banyak yang mengenalku, akan banyak yang aku tahu, dan aku akan menggali apa yang aku inginkan, apa yang aku butuhkan, dan apa yang ingin aku kembangkan.

Banyak yang bilang hidup itu rumit, hidup itu susah karena kita hidup di dunia yang kejam dan tak pandang bulu untuk menjatuhkan siapapun. Tapi mengapa kita harus takut dengan proses, jika dari proses itu aku memang jadi aku yang seutuhnya.  Malam memang gelap tapi masih ada sinar dari bintang - bintang yang mengangkasa yang bisa membuatnya menjadi terang hingga setiap orang tetap bisa berjalan. Lihat siang yang panas tapi masih banyak pohon untuk berteduh. Lantas apa yang kita takutkan untuk melewati proses.

Ingat !!!
Hidup memang kejam, tapi masih banyak kebaikan - kebaikan disekitar kita yang tidak pernah terpikirkan oleh kita. Yang tertutupi oleh kejamnya hidup, coba lihat dari banyak sisi untuk menilai. Jangan hanya melihat satu sisi diantaranya, karena akan terasa pincang, tertatih yang kemudian membuatmu mejadi malas untuk melalui proses.

Jangan takut untuk melangkah jika langkah itu membawamu pada suatu proses yang baik, sekali lagi aku bilang tutup telingamu dari suara - suara sumbang yang nantinya hanya membuatmu pada kondisi diam dalam takut yang tak berdaya.

Rasakan, jalani, dan resapi seperti saat kamu merasakan hembusan angin yang baru

Sabtu, 13 Juli 2013

Kenapa Begitu ?

Entahlah apa yang menyelimuti pikiranku belakangan. Terasa begitu mendung hingga hatipun ikut terbawa olehnya. Kalut memang, aku pikir mungkin ini hobi baru, hobi mengalutkan perasaan dan pikiran. Memikirkan seseorang yang berujung kesia - siaan karena hanya memikirkan apa yang kurang penting.

Tapi aku tetap memikirkan hal itu, entah mungkin hobi pula memikirkan orang itu. heheheheheheee (KONYOL !). Padahal belum tentu orang itu juga memikirkan saya !
Bodoh, apakah hal tersebut adalah bodoh ? (terserah kalian yang ingin berpendapat bahwa aku bodoh !?). Aku tidak akan marah.

Kenapa begitu ?
kenapa ?
Kenapa ?
Kenapa ?

Hati saya pun tak bisa menjawab !

Senin, 08 Juli 2013

Apa Yang Akan Engkau Tunjukkan Padaku ?

Saat itu dalam sujudku, aku melihatmu. Iya sosokmu begitu jelas tergambar dalam benakku. Entah, seketika seolah perasaanku bercampur. Antara sedih, senang dan entahlah sosok itu memunculkan banyak pertanyaan untukku.

Aku sedih, sedih saat melihat sosok itu, piluku memuncak membentuk runcingan tajam yang seolah menusuk jantungku hingga membuatku membiru. Entah apa yang membuatku sedih hingga memilu saat sosok itu jelas tergambar dalam pandanganku. Aku bergetar, kemudia muncul dalam otakku berjuta pertanyaan tentang maksud yang terjadi. Aku tidak begitu paham. Saat aku bertanya lagi pada-Nya dan hingga sekarang aku belum menemukan jawabannya.

Aku juga begitu senang, kala yang tergambar adalah guratan senyum itu senyum yang selalu aku nanti, senyum yang selalu aku ingin darimu. Iya, yang aku rasa kamu begitu bahagia. Mungkin itu yang membuatku cukup merasa senang.

Tapi, apa yang ada di pikiranku ?
Apakah itu betul kamu atau hanya gambaran dalam anganku saja ?
Atau mungkin Tuhan ingin menunjukkan sesuatu padaku. namun aku belum begitu memahami itu semua. Perasaanku begitu ambigu saat aku melihat sosokmu. Iya sosokmu jelas kamu.

Kamu yang selalu aku bicarakan dengan Tuhan
Bismillaahirrahmaanirrahiim

Sampaiakn Rinduku Untuknya Tuhan


Minggu, 09 Juni 2013

Saat Air Mataku Luruh

Entah mengapa ?
Cucuran itu begitu deras membasahi pipi ku. Wajah ku berhias sendu, tak sedikitpun keceriaan yang hinggap. Mungkin ucapan itu begitu menyakitkan aku. Aku tahu, bagi kalian itu adalah parodi atau mungkin suatu wahana baru yang bisa kalian coba, kalian rasakan. Dan saat kalian sudah mendapat kepuasan. Iya, layaknya sampah. Kalian buang begitu saja.

Aku rasa aku mulai tersinggung dengan semua ucapan itu, jelas hatiku terkoyak saat itu. Mendengar kata demi kata yang menjadi sebuah kalimat yang menusuk hati. Seolah membangkitkan kepingan masa lalu kelam silam. Aku mengerti dengan semua itu, semua jelas masih terekam di otak ku melalui lubang telingaku. Hingga sekarang masih membekas.

Apa kalian pernah berhenti dan kemudian merenungkan apa yang sudah kalian perbuat  ? dan apa yang sudah kalian lontarkan dari mulut kalian ? Apakah pernah ? Yang tajam seperti belati, yang kalian anggap itu adalah sebuah gurauan !

PANTASKAH DIUCAPKAN ?
PANTASKAH KALIAN BANGGA DENGAN ITU SEMUA ?
APAKAH KALIAN SADAR, ITU ADALAH AIB YANG SEHARUSNYA DITUTUP RAPAT - RAPAT ?

Ingat, mereka manusia
Ingat, mereka wanita
Ingat, mereka wanita. Seperti ibumu
Ingat, mereka seorang wanita yang juga punya perasaan sama sepertimu. Sama seperti ibumu atau mungkin saudarimu.

Apa kalian masih saja tega melakukan itu semua, mencari kepuasan, mencari yang kau anggap kebahagiaan padahal semua hanya dorongan nafsumu semata. Ingatlah !!! ingat pada apa yang sudah aku tulis ini.

Mereka seorang manusia, mereka seorang wanita, mereka punya perasaan. Seperti ibumu atau saudarimu. Apa kalian tak juga memahami ? PAHAMILAH !

Apakah harus kalian merasakan hal yang sama, dengan posisi yang terbalik ? Hingga kalian bisa memahami itu semua ?!

Ingat
Selalu ingat ?!
Bagaimana jika yang diperlakukan seperti itu adalah ibumu, saudarimu atau bahkan kekasihmu ? Apa yang akan kalian rasakan ? apakah rasa yang sama ?

Jangan bangga dengan kesalahan yang kau anggap benar !
Jangan !!!
Jangan !!!
Jangan !!!
Jangan Pernah !!!

Iya
Aku rasa aku mulai mengerti mengapa air mataku luruh. Iya Aku mengerti

Kamis, 06 Juni 2013

Kenapa Selalu Kata "Remember" ?

DO YOU REMEMBER ?

Iya,
Terlalu banyak berharap itu boleh,  tapi jangan mengharapkan apa yang tidak patut untuk diharapkan. Apalagi mengharapkan apa yang masih begitu jelas menggantung.
Yang dipercaya  sewaktu - waktu bisa ingkar dengan ucapannya
Yang berjanji bisa saja lupa dengan janjinya

Siapa yang sebenarnya bisa dipercaya ?
Kalau semua masih begitu mengambang ?
Mengapa masih saja dipercaya kalau masih belum ada pembuktian ?

Kenapa selalu kata "Remember" ?
Ketika pertanyaan seperti itu muncul, aku merasa ada kesamaan dengan satu pertanyaan ini. Kenapa Masih  Percaya pada apa yang belum pasti ?
Apakah benar ?
Aku terlalu percaya diri, aku terlalu yakin pada apa yang sebenarnya bukan menjadi hakku. Aku begitu bodoh telah begitu percaya. Dan mungkin aku sudah mengiyakan  olokan mereka  kepadaku.

Aku terima sajalah bila memang pandangan mereka seperti itu  kepadaku.
Tapi kamu ? Apakah sama seperti mereka ?
Apakah  kau menganggapku begitu ?

Kenapa selalu kata "Remember" ?
Iya, aku berharap selalu ingat dengan apa yang kita lalui.
Iya, agar aku selalu ingat kepadamu yang belum tentu mengingatku. Begitukah ?
Coba aku sadari sajalah
Karena itu seharusnya sekarang aku bisa mengurangi rasaku yang meluap - luap ini. Agar tak menghancurkan aku kelak jika kita tak satu.

BUT REMEMBER "I LOVE YOU"