Senin, 06 Mei 2013

Harapan Besar. Mimpiku Khayal

Ku tulis ini saat aku sedang bersanding dengan keputus asaan. Meringkuk bersama puing - puing mimpi yang sudah hancur berkeping - keping. Memunguti satu per satu kepingan itu berharap menemukan sebongkah semangat untuk menerbangkan harapan hingga mimpiku tak khayal.

Aku masih mengorek dalam dan semakin dalam, menemukan apa yang bisa aku temukan untuk memacu semangatku. Iya semacam zat serupa katalisator, Yang bisa memberikan stimulan hingga semangatku bisa melejit dan aku bisa melakukan apapun tanpa ada bayang - bayang kemalasan dalam hidupku.

Aku masih saja tidak beranjak, masih berteman baik dengan malas. Malas yang bisa menghancurkan aku jika aku tidak menyudahi pertemanan ini. Tapi entah mengapa malas selalu dan selalu mengikutiku seolah memenjarakan semangatku. Menghambatku untuk meraih apa yang seharusnya bisa aku raih. Iya, Seperti yang lain.

Aku terus menerus
Aku terus menerus bertengkar, mencoba mengusir malas dalam diri tapi malas tak jua jerah menemaniku. Aku benci dengan kemalasan ini. Selaku menghambatku.
Iya, harapanku yang terlampau besar dan mimpiku yang telah terukir indah hanya menjadi sebuah khayalan, hanya sebatas angan di pikiranku,

Jenuh dengan kemalasan ini.
Hanya aku yang bisa menyelamatkan aku
Tapi aku tak pernah menemui jalan untuk keluar dan menjauh dari rasa malas !!!

Minggu, 05 Mei 2013

Melayang lagi Tengah Malam

Tentang Sayaaa. . . . .
                                            Yang Masih Abstrak !

             Sisi Abstrak itu kadang
                                            Terkadang
                           
                                                                                              Terkadang
                                                                 Tak Jelas 
Tak Jelas
                     
                                         Entah Apa maknanYaaaa. . . . . .

Kadanggg JelaassSSss. . . .
                                                                                            Tak JelasssSs. . . .

SeeeMuuu. . . . . .                                                       SSeeeMmuuUu. .. . . . .


Hanya isyarat !!!
              hanya Ungkapan
                                                                                                Yang tak semua Orang. . . .
Pahaammm. . . . .                           PahaaaMmm. . . .                                Mengertiii. . .

Cukup          Hanya                      Sebuahh                                          isyarat Tak                      perlu                    orang                                         laauuuiiinnnnn

                                                                                                         untuk tahu. . . !!!!!!!!!!!!!!!


Tengah malammmm. . . .
               Melayangg Layang.   . . . . . . .

Sabtu, 04 Mei 2013

Bersama Waktu Yang Membiru


Masih aku
Masih waktu
Masih kita berdua 
Antara aku dan waktu

Masih berjalan beriring saling merengkuh dan berjabat. Antara manis, pahit dan rasa semu dalam hidup ini. Masih berkutat dengan kehidupan selama nafas tidak enggan melewati batang - batang kerongkonganku.

Malam ini adalah malam yang sama, hari yang sama, waktu yang sama dan perasaan yang sama. Kala aku hanya berteman waktu dan suara - suara hela nafas yang melewati kerongkonganku. Aku memilu terdiam seolah tak bermakna, tak berguna seperti sampah yang biasa dibuang begitu saja.


Warnaku sedang biru
Biru seperti lautan yang tak pernah orang bisa mengukur kedalamannya.
Biru seperti langit yang tinggi tak berujung
Biru seperti luka memar yang begitu terasa nyeri
Biru bagai darah bangsawan yang sejatinya hanya merah
Biru seperti warnaku
Biru sebiru hatiku yang sedang pilu bersama waktu

Waktu hanya membisu melihatku membiru
Sesekali melemparkan senyumnya mengajakku tenggelam dilautan biru dan semakin biru
Dan aku semakin tenggelam biru. . . biru. . . . biru. . . . . biru. . . . . . semu. . . . . . .

Malam masih terasa begitu panjang untuk aku bisa melewatinya, malam masih teramat dalam untuk aku bisa menyelam keluar dalam kebiruan dan waktu juga serasa masih diam ditempat memandangku membiru. Membiarkan aku tapi tak meninggalkan waktu, serasa diacuhkan waktu sang sahabat sejati.

Terima Kasih waktu !!!

Dan
Waktu masih mengacuhkan aku
Iya, aku semakin bertambah biru dan semu
Semu dan seolah tak terlihat oleh siapapun
Semu dan memudar. Dan waktu tak mencoba untuk memburuku. Dan waktu tak mengejarku. Dan nyata waktu hanya melihatku sembari melemparkan senyum manisnya yang juga semu.

Iya
Iya, waktu
Iya, aku
Iya, biru
Iya, semu

Bersama waktu yang membiru

Selasa, 30 April 2013

Ketika Maaf Hanya Sebuah Kata Tanpa Arti


Maaf. . .
Ketika maaf telah terucap
Ketika kata maaf tidak begitu berarti
Dan Ketika kata maaf hanya sebuah kata
Sebuah kata tanpa arti yang penting
Sebuah kata yang hanya digunakan untuk mendapatkan kebaikan seseorang

Dan kata maaf telah menjadi. . . . .
Hanya sekedar kata
Kata untuk memohon kebaikan dari orang lain
Mungkin juga hanya kata yang digunakan untuk meluluhkan hati orang lain kala diri berbuat kesalahan.

Kata maaf hanya
Kata maaf tanpa ketulusan
Hanya sebuah kata penebar kepalsuan
Menjanjikan hanya janji kosong
Dan mungkin akan membawa luka yang bertambah busuk

Kata maaf hanya sebagai Tameng
Iya, hanya sebagai pemanis untuk menuju kebusukan selanjutnya
Hanya Maaf
Hanya Maaf
Hanya Maaf
Hanya dari Mulut
Bukan dari Hati

Sama saja
Sama saja Hanya sebuah kata Tanpa arti

Tentang Rindu

Kala senja mulai berubah menjadi gelap mengatar mentari pulang ke peraduannya. Berganti bulan dengan senyum manis terpampang di sisi langit yang indah. Bersanding dengan bintang yang menari - nari menaburkan seribu binaran cahaya yang menambah cantik senyum sang bulan.

Sementara bulan dan bintang berbinar, terselip rasa rindu di sisi hatiku tentang kamu. Masih tentangmu. Tidak berubah sedikitpun. Tetap, jangan anggap aku berlebihan meskipun ini semua memang tampak berlebihan. Menggenggam rasa rindu yang mulai memilu, aku tersudut disisi kegundahanku akan kamu. Rindu yang aku rasa semakin menebal. Hingga membuatku sesak serasa tertimpah puing - puing.

Rinduku ohh rinduku. . . .
Kenapa kau selalu hadiri menemaniku kala aku jauh dari ragamu ?
Kenapa kau selalu hadir kala aku merasa sendiri ?
kenapa ? Kenapa ?

Tetap Sama. . . .
Jangan anggap semua ungkapan ini adalah gombal
Gombal busuk sebusuk ucapanku yang kau anggap busuk
Jangan Pernah !

Memang ini yang aku rasakan

Rindu masih bersama rindu

Rinduku tentangmu Rinduku bersamamu
Rinduku Rinduku Rinduku Rinduku Rinduku
Padamu Padamu Padamu Padamu Padamu Padamu
Masih Padamu

Iya
Padamu


Rinduku Tawamu
Rinduku Candamu
Rinduku Pelukmu
Rinduku Dekapmu
Rinduku Hangatmu 
Rinduku Kasih dan sayangmu

Aku suka merindumu Merasakan rasa rindu yang semakin membuatku rasaku terus bertambah terhadapmu.

Aku sayang Kamu !

Catatan Lama Yang baru aku Posting !

Derasnya hujan mengguyur hatiku
Menyisahkan dingin yang membekukan hati
Dingin. . . . .
Hanya dingin yang aku rasakan
Tak lagi aku Temui Kehangatan
Tak ada tempat untukku berteduh

Hujan yang tak reda
Sedikit demi sedikit mulai membanjiri hatiku
Menenggelamkan semuanya
Tak sedikitpun yang tampak

Kucuran itu
Terus mengalir tak berhenti
Hati ini terus semakin tenggelam dalam
Seakan tak pernah susut air itu

Aku tak menyakan
Tak pernah menyaka
Semua akan musna tenggelam dalam hujan air mata

Air mata
Air mata
Menenggelamkan hati
Menghancurkan kerapuhan
Berkeping - keping
Hancur serpihan tak berbentuk

Malam Yang Bisu

Aku, masih bersama dengan malam. Malam yang hening dan sepi. Dan aku masih terjaga dengan waktu yang setia menemaniku.

Terbesit dipikiranku tentang kamu. Iya, kamu bukan masa laluku semoga !

Kenapa ?
Kenapa ?

Mungkin kau tidak akan percaya dengan apa yang aku rasakan. Rasa yang semakin lama semakin berlebihan. Rasa yang terlalu tentangmu. entah mengapa aku tidak dapat membendungnya. Terus saja mengalir tak berhenti. Aku heran ? Apa yang membuatku seperti itu ?

Aku heran
Masih terheran dengan yang aku rasakan sendiri
Entah mengapa ?
Aku bingung ?
Mengapa seperti ini ?

Tapi ingat, aku tidak pernah menyesal telah memberikan rasa yang aku anggap indah ini kepadamu. Aku tidak pernah menyesal. karena aku yakin, semua ini aku anggap adalah karunia dari sang pencipta.



Bermimpi tentangmu, bahkan menghayal tentangmu. Itu adalah hal yang biasa aku lakukan saat malam sedang hening. Berharap kau selalu ada denganku, disampingku menemaniku dan memelukku sepanjang malam hingga pagi menjelang.

Terlalu ?
Apakah itu terlalu ?
Sempat aku berpikir begitu. Tapi aku rasa mungkin semua orang pernah merasakannya.

Iya, masih bersama malam yang bisu,
Aku menulis ini, menulis apa yang da di pikiranku.
Menulis apa yang ingin aku tulis dan kali ini tentang perasaanku dan tentangmu.
Masih saja berputar - putar tentang ke dua hal itu.

Dan mungkin akan terus begitu, hingga aku merasa biasa dengan semua itu. Mungkin saat itulah tulisanku akan berganti tema. "hhhehehehee. . .. . . . ."

Selamat malam untuk kalian semua
*Semoga Tuhan selalu Bersamamu.